Senin, 27 Oktober 2025

Pembelajaran Kreatif Inovatif dan Kewirausahaan di Kelas Implementasi mendukung Ekpor Sejak Dini dimulai dari Sekolahan.

 

“Kementerian Keungan : Mewujudkan mimpi kita untuk Indonesia”

 

Peran Pendidikan dalam Mendorong Semangat Ekspor Sejak Dini

Pembelajaran Kreatif Inovatif dan Kewirausahaan di Kelas Implementasi mendukung Ekpor Sejak Dini dimulai dari Sekolahan.

Di satuan Pendidikan dimana terdapat pelajaran KIK kreatif Inovatif dan Kewirausahaan Guru sebagai Fasilitator menyampaikan Pengetahuan nya terhadap peserta didik, sesuai dengan Jurusan di Sekolahnya, KIK mengajarkan kewirausaan membuat barang dan jasa menjadi berdaya jual, contonhnya di semester awal siswa membuat hasil tanaman kering yang di peroleh dari berbagai lingkungan sekitar misalnya bunga ilalang, bunga pompom, Bunga Dendelion, Bunga Broco,Rumput  teki, dengan cara dikeringkan di balik sampai 3 hari kemudian sampai bunga nya kering di hairspray , dan di tampilkan di pot sangat cantik sekali, bagaiamana siswa SMK membuat Hasil karya seni dari lingkungan sekitar menjadi hiasan meja tamu, menjadi karya seni yang bernilai jual tinggi, bisa menjadi semangat generasi muda menumbuhkan ekspor dari lingkungan sekitar, pernah juga kelas xi angakatan kemarin membuat bunga palem yang dikeringkan sehingga menjadi dekorasi estetik bisa dijadikan sudut untuk sport poto di sekolahan, peran guru dalam memfasilitasi peserta didik sesuai minat dan bakat yang mereka inginkan, kemudian juga praktik kedua siswa membuat bunga dari kawat bulu, per kelompok terdiri dari 5 sampai 6 orang, siswa di ajarkan bagimana membuat bunga dari kawat bulu, per kelompoknya menghasilkan kreasi bunga yang berbeda, dan siswa juga di ajarkan menghitung modal, Laba, keuntungan, tenaga, sehingga menghasilkan harga jual, siswa juga harus memasarkan bagaiamana karya yang mereka buat dengan aspek pinilaian nya  jika karya yang sudah terjual baru bisa di nilai, siswa diajarkan dari proses, membuat, memproduksi, membutlabal, menjual, memasarkan melalui media online maupun ofline, melalui digital marketing dengan memasarkan nya melalui platfoam Shopee dan Tiktok, siswa diajarkan bagaimana menautkan keranjang kuning ketika live streaming Platfoam Penjualan online, kemudian juga praktik ketiga siswa membuat Seserahan atau Hantaran Pernikahan per kelompok berbeda hasil hantaran, kelompok pertama mukena dan juga mas kawin, kelompok kedua kosmetik, kelompok ketiga Handuk yang dibuat kelinci, kemudian kelompok tas dan sendal, jadi diharapkan siswa mampu kreatfiitas dan bernalar kritis mampu berkolaborasi dengan teman dengan tim, diharpakan ketika lulus sekolah siswa mampu berkolaborasi dengan banyak pihak, praktik ke empat siswa membuat Mas kawin dengan menggunakan figura dan uang mainan sehingga siswa mampu menyediakan jasa hantaran pembuatan mas kawin, mereka kreatif dengan membuat nama pengantin dan calon pengantin nya nama siswa sendiri mereka meng print memberi hiasan bunga di dalam figura, menyusun nya selaras di dalam figura, praktik berikutnya membuat hand buqiet boleh dengan makanan ataupun bunga, diharapan siswa mampu membuat sendiri ketika ada acara wisuda , nikahan, dan juga ulang tahun siswa bisa membuat hand buqiet sendiri dan membuka bisnis usaha pembuatan hand buqiet, hantaran pengantin, pembuatan mas kawin figura dan membuat bunga kering dari lingkungan sekitar dengan pendidikan pendekatan pembelajaran mendalam, berkesadaran siswa mampu dengan sadar dengan penuh ke inginkan kemauan, siswa happy belajar di kelas, belajar dengan bermain, siswa juga senang dan juga  bermakna teringat selalu setelah 5 tahun kemudian mereka sudah lulus mereka sudah memili soft skill secara penuh pengelaman yang bermakna di dalam memorinya tersimpan dan tertanam bisa menjadi wirausaha, pelaku usaha, dan juga menjadi usaha rumahan homemade yang sudah dibekali sedari dini di sekolah, dengan pendidikan yang berkarakter yang mengantarkan peserta didik memiliki bakat dan kemampuan dimanapun mereka tinggal akan tetap berdaya karena mereka memiliki bekal soft skill dan ilmu yang mereka terapkan, diharapkan sedari dini mampu meng ekspor produk di Indonesia contohnya kopi, minyak, hasil kerajinan eceng gondok, rempah rempah minuman, daun secang, dan juga buah keciplukan yang banyak di kampung kampung, furniture hasil ukiran jepara yang terkenal, Batik dari berbagai daerah contohnya Trusmi dari Cirebon, Batik Paoman dari Indaramayu, dan Batik Pekalongan , alas kaki yang terkenal yaitu adidas, di Indramayu dan wilayah 3 juga sekarang banyak Pabrik berdiri yang membutuhkan pekerja dari siswa siswi SMK yang terdekat dengan wilayahnya, sehingga adanya daya serap Industri Dengan Lembaga Sekolah, terdapat link and Mact , sehingga eksport Barang barang dan Produk di Indonesia semakin lebih mudah dalam pendistribusian semakin banyak daya serap lulusan yang bekerja di Industri yang mendukung ekpor.

 , peracakapan anatra guru dan siswa ketika siswa menjadi alumni tahun kemarin,

“ ibu alhamdulilah dita sudah kerja di Majalengka di Pabrik Busana  

“ alhamdulilah bu dengan gaji lumayan

Ibu guru” alhamdulilah ibu ikut senang jangan lupa kirim ke keluarga nok

Dita” baik ibu terimakasih banyak ibu atas bimbingan nya

Seorang guru merasa senang peserta didiknya sudah sukses, perasaan sennag ketika mengantarkan peserta didik sukses,

Dengan adanya pembelajaran KIK di Sekolahan menyiapkan generasi yang maju, beradaya saing, berpikir bahwa dengan karya bisa membuat berdaya, membuat bernilai, membuat bervalue malalui inovasi, yang sudah ada di perbaruhi, ataupun di modifikasi , bagaiamana mengelola peluang dan kesempatan yang ada di depan mata sesuai segmentasi pasar untuk Indonesia Maju Menuju Generasi Emas 2024 Sesuai dengan Arahan Bapak Presiden Prabowo.

 

 

 

 

Senin, 27 Oktober 2025

Pembelajaran Kreatif Inovatif dan Kewirausahaan di Kelas Implementasi mendukung Ekpor Sejak Dini dimulai dari Sekolahan.

 

“Kementerian Keungan : Mewujudkan mimpi kita untuk Indonesia”

 

Peran Pendidikan dalam Mendorong Semangat Ekspor Sejak Dini

Pembelajaran Kreatif Inovatif dan Kewirausahaan di Kelas Implementasi mendukung Ekpor Sejak Dini dimulai dari Sekolahan.

Di satuan Pendidikan dimana terdapat pelajaran KIK kreatif Inovatif dan Kewirausahaan Guru sebagai Fasilitator menyampaikan Pengetahuan nya terhadap peserta didik, sesuai dengan Jurusan di Sekolahnya, KIK mengajarkan kewirausaan membuat barang dan jasa menjadi berdaya jual, contonhnya di semester awal siswa membuat hasil tanaman kering yang di peroleh dari berbagai lingkungan sekitar misalnya bunga ilalang, bunga pompom, Bunga Dendelion, Bunga Broco,Rumput  teki, dengan cara dikeringkan di balik sampai 3 hari kemudian sampai bunga nya kering di hairspray , dan di tampilkan di pot sangat cantik sekali, bagaiamana siswa SMK membuat Hasil karya seni dari lingkungan sekitar menjadi hiasan meja tamu, menjadi karya seni yang bernilai jual tinggi, bisa menjadi semangat generasi muda menumbuhkan ekspor dari lingkungan sekitar, pernah juga kelas xi angakatan kemarin membuat bunga palem yang dikeringkan sehingga menjadi dekorasi estetik bisa dijadikan sudut untuk sport poto di sekolahan, peran guru dalam memfasilitasi peserta didik sesuai minat dan bakat yang mereka inginkan, kemudian juga praktik kedua siswa membuat bunga dari kawat bulu, per kelompok terdiri dari 5 sampai 6 orang, siswa di ajarkan bagimana membuat bunga dari kawat bulu, per kelompoknya menghasilkan kreasi bunga yang berbeda, dan siswa juga di ajarkan menghitung modal, Laba, keuntungan, tenaga, sehingga menghasilkan harga jual, siswa juga harus memasarkan bagaiamana karya yang mereka buat dengan aspek pinilaian nya  jika karya yang sudah terjual baru bisa di nilai, siswa diajarkan dari proses, membuat, memproduksi, membutlabal, menjual, memasarkan melalui media online maupun ofline, melalui digital marketing dengan memasarkan nya melalui platfoam Shopee dan Tiktok, siswa diajarkan bagaimana menautkan keranjang kuning ketika live streaming Platfoam Penjualan online, kemudian juga praktik ketiga siswa membuat Seserahan atau Hantaran Pernikahan per kelompok berbeda hasil hantaran, kelompok pertama mukena dan juga mas kawin, kelompok kedua kosmetik, kelompok ketiga Handuk yang dibuat kelinci, kemudian kelompok tas dan sendal, jadi diharapkan siswa mampu kreatfiitas dan bernalar kritis mampu berkolaborasi dengan teman dengan tim, diharpakan ketika lulus sekolah siswa mampu berkolaborasi dengan banyak pihak, praktik ke empat siswa membuat Mas kawin dengan menggunakan figura dan uang mainan sehingga siswa mampu menyediakan jasa hantaran pembuatan mas kawin, mereka kreatif dengan membuat nama pengantin dan calon pengantin nya nama siswa sendiri mereka meng print memberi hiasan bunga di dalam figura, menyusun nya selaras di dalam figura, praktik berikutnya membuat hand buqiet boleh dengan makanan ataupun bunga, diharapan siswa mampu membuat sendiri ketika ada acara wisuda , nikahan, dan juga ulang tahun siswa bisa membuat hand buqiet sendiri dan membuka bisnis usaha pembuatan hand buqiet, hantaran pengantin, pembuatan mas kawin figura dan membuat bunga kering dari lingkungan sekitar dengan pendidikan pendekatan pembelajaran mendalam, berkesadaran siswa mampu dengan sadar dengan penuh ke inginkan kemauan, siswa happy belajar di kelas, belajar dengan bermain, siswa juga senang dan juga  bermakna teringat selalu setelah 5 tahun kemudian mereka sudah lulus mereka sudah memili soft skill secara penuh pengelaman yang bermakna di dalam memorinya tersimpan dan tertanam bisa menjadi wirausaha, pelaku usaha, dan juga menjadi usaha rumahan homemade yang sudah dibekali sedari dini di sekolah, dengan pendidikan yang berkarakter yang mengantarkan peserta didik memiliki bakat dan kemampuan dimanapun mereka tinggal akan tetap berdaya karena mereka memiliki bekal soft skill dan ilmu yang mereka terapkan, diharapkan sedari dini mampu meng ekspor produk di Indonesia contohnya kopi, minyak, hasil kerajinan eceng gondok, rempah rempah minuman, daun secang, dan juga buah keciplukan yang banyak di kampung kampung, furniture hasil ukiran jepara yang terkenal, Batik dari berbagai daerah contohnya Trusmi dari Cirebon, Batik Paoman dari Indaramayu, dan Batik Pekalongan , alas kaki yang terkenal yaitu adidas, di Indramayu dan wilayah 3 juga sekarang banyak Pabrik berdiri yang membutuhkan pekerja dari siswa siswi SMK yang terdekat dengan wilayahnya, sehingga adanya daya serap Industri Dengan Lembaga Sekolah, terdapat link and Mact , sehingga eksport Barang barang dan Produk di Indonesia semakin lebih mudah dalam pendistribusian semakin banyak daya serap lulusan yang bekerja di Industri yang mendukung ekpor.

 , peracakapan anatra guru dan siswa ketika siswa menjadi alumni tahun kemarin,

“ ibu alhamdulilah dita sudah kerja di Majalengka di Pabrik Busana  

“ alhamdulilah bu dengan gaji lumayan

Ibu guru” alhamdulilah ibu ikut senang jangan lupa kirim ke keluarga nok

Dita” baik ibu terimakasih banyak ibu atas bimbingan nya

Seorang guru merasa senang peserta didiknya sudah sukses, perasaan sennag ketika mengantarkan peserta didik sukses,

Dengan adanya pembelajaran KIK di Sekolahan menyiapkan generasi yang maju, beradaya saing, berpikir bahwa dengan karya bisa membuat berdaya, membuat bernilai, membuat bervalue malalui inovasi, yang sudah ada di perbaruhi, ataupun di modifikasi , bagaiamana mengelola peluang dan kesempatan yang ada di depan mata sesuai segmentasi pasar untuk Indonesia Maju Menuju Generasi Emas 2024 Sesuai dengan Arahan Bapak Presiden Prabowo.